Desa Sukasenang merupakan salah satu desa di Kecamatan Bayongbong. Secara administratif Desa Sukasenang termasuk dalam Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Desa Sukasenang terletak di 7o14‟30”-7o15‟30” LS 107o50‟20”-107o51‟50” BT. Desa Sukasenang memiliki luas wilayah 193.5 ha dengan rincian untuk Pemukiman 8.5 ha, persawahan 183 ha, perkantoran 2.8 ha. Desa ini terbagi menjadi dalam 5 rukun warga (RW) dan 17 rukun tetangga (RT). Desa Sukasenang adalah daerah Home Industry berupa lapis legit dan daerah pertanian. Desa ini pun mendapat kepercayaan dalam bidang ketahanan pangan dan sebagai pelopor benih unggul Sarinah sebagai benih unggul lokal nasional. Sawah yang terdapat di desa tersebut mengalami musim tanam padi secara terus menerus. Penanaman dengan cara ini dilakukan karena desakan produksi yang tinggi.
Letak Desa Sukasenang sekitar 15 km dari kabupaten Garut. Letak desa ini berbatasan dengan Desa Mekarjaya di sebelah utara, Desa Panembong di sebelah selatan, Desa Cikedokan di sebelah barat, dan Desa Sukarame di sebelah timur. Tanah di Desa Sukasenang tersebut memiliki kesuburan yang baik.
Distribusi mata pencaharian di Desa Sukasenang yaitu sebagai petani, petani buruh, buruh/ swasta, pegawai negeri, pengrajin, dan pedagang. Rata-rata warga masyarakat di desa ini memiliki sawah untuk ditanami padi secara terus menerus. Potensi pertanian yang dimiliki adalah Mina padi dengan produktivitas padi 6.9 ton/ha dan produktivitas ikan sebesar 5 ton/tahun. Selain mina padi, potensi pertanian yang dimiliki adalah tanaman hortikultura, seperti tomat dan kubis. Varietas padi yang paling banyak ditanam petani adalah Sarinah.
Pertanaman yang dilakukan di desa ini tidak memakai pestisida, sehingga produk pertanian yang dihasilkan aman dari residu pestisida. Selain tanaman hortikultura desa ini juga memiliki ternak yang cukup berpotensi adalah bebek dan ayam. Umumnya ayam yang dibudidayakan akan dipasarkan ke daerah Jawa Barat. Kotoran-kotoran serta ampas pakan ternak tersebut sering digunakan petani sebagai pupuk organik dasar yang langsung diaplikasikan ke lahan.
Pengairan sawah di Desa Sukasenang sebagian besar ditunjang oleh Sungai Cimanuk yang mengalir disepanjang perbatasan Desa Sukasenang. Desa Sukasenang terdiri dari enam kelompok tani, yaitu Gemah Ripah yang diketuai oleh Bapak Nanang Subarnas, Sugih Mukti, Purnama, Tunas Citra. Gabungan kelompok tani Gemah Ripah mendapat penghargaan tingkat nasional.
















