RSS

Desa Sukasenang, Bayongbong, Garut

1

Desa Sukasenang merupakan salah satu desa di Kecamatan Bayongbong. Secara administratif Desa Sukasenang termasuk dalam Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Desa Sukasenang terletak di 7o14‟30”-7o15‟30” LS 107o50‟20”-107o51‟50” BT. Desa Sukasenang memiliki luas wilayah 193.5 ha dengan rincian untuk Pemukiman 8.5 ha, persawahan 183 ha, perkantoran 2.8 ha. Desa ini terbagi menjadi dalam 5 rukun warga (RW) dan 17 rukun tetangga (RT). Desa Sukasenang adalah daerah Home Industry berupa lapis legit dan daerah pertanian. Desa ini pun mendapat kepercayaan dalam bidang ketahanan pangan dan sebagai pelopor benih unggul Sarinah sebagai benih unggul lokal nasional. Sawah yang terdapat di desa tersebut mengalami musim tanam padi secara terus menerus. Penanaman dengan cara ini dilakukan karena desakan produksi yang tinggi.

DSCN8367

DSCN8164

DSCN8695

               Letak Desa Sukasenang sekitar 15 km dari kabupaten Garut. Letak desa ini berbatasan dengan Desa Mekarjaya di sebelah utara, Desa Panembong di sebelah selatan, Desa Cikedokan di sebelah barat, dan Desa Sukarame di sebelah timur. Tanah di Desa Sukasenang tersebut memiliki kesuburan yang baik.

???????????????????????????????

DSCN8362

Distribusi mata pencaharian di Desa Sukasenang yaitu sebagai petani, petani buruh, buruh/ swasta, pegawai negeri, pengrajin, dan pedagang. Rata-rata warga masyarakat di desa ini memiliki sawah untuk ditanami padi secara terus menerus. Potensi pertanian yang dimiliki adalah Mina padi dengan produktivitas padi 6.9 ton/ha dan produktivitas ikan sebesar 5 ton/tahun. Selain mina padi, potensi pertanian yang dimiliki adalah tanaman hortikultura, seperti tomat dan kubis. Varietas padi yang paling banyak ditanam petani adalah Sarinah.

Kol-2

               Pertanaman yang dilakukan di desa ini tidak memakai pestisida, sehingga produk pertanian yang dihasilkan aman dari residu pestisida. Selain tanaman hortikultura desa ini juga memiliki ternak yang cukup berpotensi adalah bebek dan ayam. Umumnya ayam yang dibudidayakan akan dipasarkan ke daerah Jawa Barat. Kotoran-kotoran serta ampas pakan ternak tersebut sering digunakan petani sebagai pupuk organik dasar yang langsung diaplikasikan ke lahan.

images

Pengairan sawah di Desa Sukasenang sebagian besar ditunjang oleh Sungai Cimanuk yang mengalir disepanjang perbatasan Desa Sukasenang. Desa Sukasenang terdiri dari enam kelompok tani, yaitu Gemah Ripah yang diketuai oleh Bapak Nanang Subarnas, Sugih Mukti, Purnama, Tunas Citra. Gabungan kelompok tani Gemah Ripah mendapat penghargaan tingkat nasional.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2013 in Kuliah Kerja Profesi

 

Penunasan pada Kelapa Sawit

Pemeliharaan tanaman dilakukan pada saat tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam pemeliharaan tanaman baik TBM dan TM yaitu: konsolidasi, pemeliharaan jalan, benteng, teras, parit, penyisipan tanaman, pengendalian gulma, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, kastrasi serta penunasan pelepah.

Penunasan merupakan kegiatan pembuangan daun – daun tua yangtidak produktif pada tanaman kelapa sawit. Penunasan biasa juga disebut dengan pemangkasan. Pemangkasan bertujuan untuk memperbaiki udara di sekitar tanaman, mengurangi penghalangan pembesaran buah dan kehilangan brondolan,dan memudahkan pada saat kegiatan pemanenan dilakukan. Suyatno (1994) menyatakan bahwa tanaman kelapa sawit yang berumur 3 – 8 tahun memiliki jumlah pelepah optimal sekitar 48 – 56 pelepah, sedangkan yang berumur lebihdari 8 tahun jumlah pelepah optimalnya sekitar 40 – 48 pelepah. Tanaman belum menghasilkan juga dilakukan kegiatan penunasan( pruning ). Kegiatan penunasan pada TBM disebut juga dengan penunasan pasir,yaitu memotong pelepah-pelepah kosong pada tanaman kelapa sawit. Sanitasi ini bertujuan untuk mempermudah pemeliharaan dan mengefektifkan pemanfaatanunsur hara.

Tanaman menghasilkan kelapa sawit dilakukan penunasan, hal ini memiliki banyak manfaat, antara lain sanitasitanaman, memudahkan panen, menghindari tersangkutnya brondolan di pelepah,memperlancar penyerbukan alami, memudahkan pengamatan buah, dan efisiensi distribusi fotosintat untuk pembungaan dan pembuahan.Kegiatan penunasan membutuhkan alat bantu. Penunasan dapat dilakukandengan alat dondos ‘dodos’ (cnisel ) pada tanaman yang masih pendek, sedangkan pada tanaman yang sudah tinggi menggunakan alat yang disebut dengan egrek.

Prinsip kerja penunasan adalah memotong pelepah daun yang terbawah. Pemotongan pelepah menggunakan alat yang disebut egrek (gambar terlampir). Cara pemotongannya adalah memotong  pelepah daun terbawah dengan meninggalkan bagian pangkal pelepah sepanjang 2 – 3 cm atau selebar tandan buah sawit. Pelepah daun juga dapat dipotong rapat ke batang atau dengan berkas daun potongan berbentuk tapal kuda yang membentuk sudut 3o terhadap garis horizontal. Pelepah yang telah dipotong dikumpulkan dan disusun digawangan mati, terutama pada areal datar atau pelepah daun yang telah ditunas dipotong menjadi tiga bagian dan diletakkan teratur membentuk gundukan padagawangan mati. Umumnya penunasan dilakukan dengan menggunakan norma “songgo dua”.  Sanitasi berupa penunasan dilakukan pada saat tanaman berumur 2 tahun dengan rotasi dua kali dalam setahun.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2013 in ilmu Tanaman Perkebunan

 

Pengertian Pasar Pikul

Pasar pikul

Pasar pikul merupakan jalan yang digunakan untuk mengantarkan buahsawit yang sudah dipanen ke Tempat Pemungutan Hasil (TPH) serta untuk memudahkan kegiatan pemeliharaaan lainnya. Fungsi pasar pikul tersebutmendorong untuk dilakukannya kegiatan pemeliharaan agar pasar pikul tetap berada dalam kondisi baik dan siap pakai. . Kegiatan pemeliharaan yang harusdilakuakan adalah membersihkan vegetasi/gulma yang berada di areal pasar pikul baik secara manual maupun secara kimia.

Pemeliharaan umunya dilakukan dalamempat rotasi selama satu tahun, tiga rotasi dengan manual yaitu satu kali setiap tiga bulan dan satu rotasi dengan kimia.Pasar pikul dapat dibuat dalam beberapa sistem, salah satunya dengansistem 2 : 1. Sastrosayono (2003) menjelaskan bahwa pembuatan pasar pikulsistem 2 : 1 adalah dari 2 gawangan terdapat 1 pasar pikul dengan uraian 1sebagai pasar pikul dan satu lagi sebagai gawangan mati, lebar pasar pikul antara1 – 1,5 mendongkel seluruh anak kayu dan keladi – keladi yang tumbuhdigawangan, membabat gulma yang digawangan dan membabat tidak boleh bersamaan waktu dengan dongkel anak kayu. Kegiatan dongkel anak kayu dilakukan untuk mencegah persaingan penyerapan unsur hara antara tanaman intidengan gulma pengganggu. Dalam kegiatan mendongkel diharuskan akar benar- benar terangkat agar mati.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2013 in ilmu Tanaman Perkebunan

 

Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) Kelapa Sawit

Tempat Pengumpulan Hasil (TPH)

Tempat pengumpulan hasil ( TPH ) yaitu: Tempat yang di gunakan untuk meletakkan & menyusun buah hasil dari pemanenan. Biasanya dalam 3 pasar pikul terdapat 1 TPH yang letaknnya di depan jalur pokok yang berada di pinggir jalan koleksi. Tujuan dari pembuatan TPH yaitu:

Ø   Memudahkan dalam perhitungan jumlah janjang yang telah di panen.

Ø   Mempermudah dalam proses pengangkutan buah.

Dalam pembuatan TPH dalam suatu blok dilakukan ketika tanaman akan memasuki masa produksi. Pembuatan TPH dilakukan dengan cara : Meratakan tanah yang akan di buat TPH, bentuk dari TPH yaitu: persegi panjang dengan ukuran panjang 4 m & lebar 2m.

Piringan

Piringan merupakan daerah yang berada di sekitar pokok kelapa sawit yang berbentuk lingkaran dengan diameter ± 4 m. Pada setiap pokok kelapa sawit harus di beri piringan dengan tujuan :

Ø Memudahkan dalam proses pemanenan.

Ø Memudahkan dalam pengutipan brondolan & perawatan tanaman.

Ø Mencegah terjadinya Hama & Penyakit pada tanaman.

Dalam pembuatan piringan biasanya dilakukan secara manual terlebih dahulu setelah itu dilakukan secara chemis. Dengan manual biasanya untuk membentuk piringan pada pokok sesuai dengan diameter yang di tentukan,dengan membabat gulma yang tumbuh di sekitar piringan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2013 in ilmu Tanaman Perkebunan

 

Morfologi Bunga-Buah dan Taksasi Produksi Kelapa Sawit

    Tanaman kelapa sawit yang berumur tiga tahun sudah mulai dewasa dan mulai mengeluarkan bunga jantan atau bunga betina. Tanaman kelapa sawit merupakan tanaman berumah satu atau monoecious di mana bunga jantan dan betina berada dalam satu pohon. Tandan bunga terletak terpisah dan keluar dari ketiak pelepah daun. Bunga jantan berbentuk lonjong memanjang, sedangkan bunga betina agak bulat terbungkus oleh seludang bunga. Umumnya tanaman kelapa sawit merupakan tanaman yang menyerbuk silang. Artinya, bunga betina dari pohon yang satu dibuahi oleh bunga jantan dari pohon yang lainnya dengan perantaraan angin dan atau serangga penyerbuk. Buah sawit disebut juga fructus. Waktu yang diperlukan mulai dari penyerbukan sampai dengan buah matang siap dipanen kurang lebih 5 – 6 bulan. Buah kelapa sawit tersusun dari kulit buah yang licin dan keras (epicrap), daging buah (mesocrap) dari susunan serabut (fibre) dan mengandung minyak, kulit biji (endocrap) atau cangkang atau tempurung yang berwarna hitam dan keras, daging biji (endosperm) yang berwarna putih dan mengandung minyak, serta lembaga (embryo).

       Lembaga (embryo) yang keluar dari kulit biji akan berkembang ke dua arah. Pertama arah tegak lurus ke atas (fototropy), disebut dengan plumula yang selanjutnya akan menjadi batang dan daun. Kedua arah tegak lurus ke bawah (geotrophy) disebut dengan radicula yang selanjutnya akan menjadi akar. Plumula tidak keluar sebelum radikula tumbuh sekitar 1 cm. Akar-akar adventif  pertama muncul di sebuah ring di atas sambungan radikula-hipokotil dan seterusnya membentuk akar-akar sekunder sebelum daun pertama muncul. Bibit kelapa sawit memerlukan waktu 3 bulan untuk memantapkan dirinya sebagai organisme yang mampu melakukan fotosintesis dan menyerap makanan dari dalam tanah.   

      Taksasi produksi atau angka kerapatan panen adalah kegiatan menghitung jumlah tandan buah segar yang akan diperoleh pada waktu panen berdasarkan jumlah dan keadaan tandan bunga betina yang memungkinkan menjadi tandan buah. Berat rata-rata tandan buah sesuai dengan umur tanaman dan jenisnya. Tujuan kegiatan taksasi ini adalah untuk memudahkan pengaturan dan pelaksanaan pengerjaan panen di kebun serta pengolahan di pabrik, mengetahui jumlah tenaga pemanen yang dibutuhkan untuk menyelesaikan panen pada luasan tertentu, memudahkan penyediaan dan pengaturan transportasi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2013 in ilmu Tanaman Perkebunan

 

Pemeliharaan TM Kelapa

Tanaman kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan tanaman perkebunan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Seluruh bagian pohon kelapa mempunyai manfaat untuk kehidupan manusia, sehingga pohon ini sering disebut pohon kehidupan (tree of life). Hampir seluruh bagian kelapa dapat digunakan untuk kebutuhan kehidupan manusia, mulai dari pohon, akar, batang, daun, dan buahnya. Tanaman kelapa membutuhkan lingkungan hidup yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksinya. Faktor lingkungan itu adalah sinar matahari, temperature, curah hujan, kelembapan, keadaan tanah dan kecepatan angin. Di samping itu, iklim merupakan faktor penting yang ikut menentukan pertumbuhan tanaman kelapa.  Pemeliharaan tanaman bertujuan untuk mengkondisiskan tanaman agar sehat, memiliki pertumbuhan yang normal dan mencapai tingkat produktivitas yang optimal. Fase pemeliharaan tahunan digolongkan menjadi pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Pada fase TBM, pemeliharaan kelapa diarahkan bagi pertumbuhan tanaman yang normal serta secepat mungkin memasuki fase TM. Pada fase TM, pemeliharaan kelap diarahkan bagi pencapaian produktivitas yang optimal sesuai dengan potensi produksinya dan diusahakan agar memiliki masa umur ekonomi yang panjang. Kegiatan pemeliharaan tidak hanya dilakukan pada tanaman pokok (kelapa) melainkan juga pada areal di sekitar tanaman (gawangan).

Kegiatan pemeliharaan kelapa meliputi: pengendalian gulma, sanitasi tanaman, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit. Kegiatan pengendalian gulma meliputi : pembentukan dan pemeliharaan bokoran atau kondisi W0 dan pemeliharaan gawangan atau kondisi W1 atau W2. Kegiatan sanitasi meliputi pembersihan kelapa dari pelepah tua dan tandan buah kering, serta mengumpulkan sisa-sisa tanaman dan sampah organic pada gawangan mati. Kegiatan pemupukan harus memperhatikan jenis pupuk, dosis pupuk, waktu memupuk, tempat, dan cara memupuk.  Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2013 in ilmu Tanaman Perkebunan

 

Eco-Farm Fapet IPB

Susu Fapet adalah merek dagang resmi dari produk-produk yang dikeluarkan oleh PT. D-Farm Agriprima. PT D-Farm Agriprima merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil ternak khususnya pengolahan susu. Perusahaan ini berlokasi di Unit Lapang Fakultas Peternakan IPB. Perusahaan ini mengelola fasilitas pengolahan susu yang dimiliki Fakultas Peternakan IPB dan menggunakan teknologi dari Fakultas Peternakan IPB. Selain sebagai unit komersil, unit pengolahan susu Fapet IPB juga sebagai unit pendidikan yaitu sebagai teaching industri. Unit Pengolahan Susu merupakan unit teaching industry dibawah bagian Teknologi Hasil Ternak yang memiliki kegiatan pelayanan praktikum, penelitian, kunjungan, pelatihan dan pendampingan. Unit ini bekerjasama dengan PT D-Farm Agriprima sebagai operator pelaksana teknis di Unit Pengolahan Susu untuk melakukan proses produksi dan pemasaran.

foto0287

foto0285Awal mula berdirinya EcoFarm bermula dari Fakultas Peternakan IPB mengadakan kerja sama dengan Departemen Pertanian dalam upaya memacu  usaha peternakan khususnya sapi perah. Fakultas peternakan bertanggung jawab atas terlaksananya usaha ini kepada Deptan. Dalam rangka menjalankan usaha ini, Dekan Fakultas Peternakan menunjuk seorang penanggung jawab langsung E-coFarm untuk bisa menjalankan usaha ini dengan baik. Penanggung jawab E-coFarm dibantu oleh seorang manager yang berfungsi untuk menggerakan beberapa divisi yaitu: divisi produksi, divisi pengolahan, divisi pakan, dan divisi pemasaran.

Berbagai potensi yang dimiliki, seperti ketersediaan bahan baku dan sumberdaya peternak (tenaga kerja), E-coFarm memiliki peluang untuk menjadi salah satu sentra pengolahan susu sapi bukan hanya di lingkungan kampus IPB tetapi juga di daerah Bogor. E-coFarm bertindak sebagai lembaga pendidikan yang memiliki kompetensi peternakan dalam bidang pengembangan sapi perah dan produksi susu segar serta hasil olahannya.E-coFarm saat ini menjual susu segar dan produk olahannya. Produk hasil pengolahan yang dilakukan oleh E-coFarm adalah susu pasteurisasi, yoghurt dan puding. Susu pasteurisasi terdiri dari susu pasteurisasi rasa yang dikemas dengan cup 200 ml dan plastik 500 ml dan 100 ml serta susu pasteurisasi plain yang dikemas dengan plasik 100 ml, 500 ml dan 1000 ml. Yoghurt yang dihasilkan diantaranya yoghurt cup 100 ml dan yoghurt stik 50 ml dan 30 ml. Sedangkan puding dikemas dengan cup 100 ml. Produk susu pasteurisasi, bio yoghurt, serta puding susu adalah produk reguler yang biasa tersedia di outlet setiap hari.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2013 in Susu Fapet