RSS

Pemeliharaan TM Kelapa

22 Sep

Tanaman kelapa (Cocos nucifera L.) merupakan tanaman perkebunan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Seluruh bagian pohon kelapa mempunyai manfaat untuk kehidupan manusia, sehingga pohon ini sering disebut pohon kehidupan (tree of life). Hampir seluruh bagian kelapa dapat digunakan untuk kebutuhan kehidupan manusia, mulai dari pohon, akar, batang, daun, dan buahnya. Tanaman kelapa membutuhkan lingkungan hidup yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksinya. Faktor lingkungan itu adalah sinar matahari, temperature, curah hujan, kelembapan, keadaan tanah dan kecepatan angin. Di samping itu, iklim merupakan faktor penting yang ikut menentukan pertumbuhan tanaman kelapa.  Pemeliharaan tanaman bertujuan untuk mengkondisiskan tanaman agar sehat, memiliki pertumbuhan yang normal dan mencapai tingkat produktivitas yang optimal. Fase pemeliharaan tahunan digolongkan menjadi pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Pada fase TBM, pemeliharaan kelapa diarahkan bagi pertumbuhan tanaman yang normal serta secepat mungkin memasuki fase TM. Pada fase TM, pemeliharaan kelap diarahkan bagi pencapaian produktivitas yang optimal sesuai dengan potensi produksinya dan diusahakan agar memiliki masa umur ekonomi yang panjang. Kegiatan pemeliharaan tidak hanya dilakukan pada tanaman pokok (kelapa) melainkan juga pada areal di sekitar tanaman (gawangan).

Kegiatan pemeliharaan kelapa meliputi: pengendalian gulma, sanitasi tanaman, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit. Kegiatan pengendalian gulma meliputi : pembentukan dan pemeliharaan bokoran atau kondisi W0 dan pemeliharaan gawangan atau kondisi W1 atau W2. Kegiatan sanitasi meliputi pembersihan kelapa dari pelepah tua dan tandan buah kering, serta mengumpulkan sisa-sisa tanaman dan sampah organic pada gawangan mati. Kegiatan pemupukan harus memperhatikan jenis pupuk, dosis pupuk, waktu memupuk, tempat, dan cara memupuk.      Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM) tentunya berbeda. Pemupukan pada TBM bertujuan untuk pertumbuhan vegetatif, sedangkan pada TM bertujuanuntuk memproduksi buah yang optimal. Dosis pupuk ditentukan berdasarkan umur tanaman, jenis tanah, kondisi penutup tanah,kondisi visual tanaman. Waktu pemupukan ditentukan berdasarkan jadwal dan umur tanaman. Rekomendasi pemupukan yang diberikan oleh lembaga penelitian selalu mengacu padakonsep 4T yaitu: tepat jenis, tepat dosis, tepat cara, dan tepat waktu pemupukan. Pemupukanyang efektif dan efisien dapat dicapai dengan memperhatikan beberapa hal yaitu: jenis dan dosis pupuk, cara pemberian pupuk, waktu pemupukan, tempat dan aplikasi serta pengawasan dalam pelaksanaan pemupukan. Membersihkan gulma dalam bokoran dilakukan dengan kondisi W0, yaitu daerah perkebunan dimana tidak diperbolehkan ada tanaman lain selain tanaman pokok.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2013 in ilmu Tanaman Perkebunan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: