RSS

Subsistem Budidaya Kelapa Sawit

22 Sep

SUBSISTEM BUDI DAYA

 

Budi daya kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terdiri dari pembukaan lahan, pembibitan, pemupukan, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit. Teknik pembukaan lahan terdiri dari cara mekanis, kimia, pemasangan ajir, pembuatan lubang tanam, dan penanaman tanaman penutup tanah. Selain itu, pembukaan lahan perlu melakukan perencanaan tata ruang dan tata letak lahan, meliputi topografi, iklim, status dan tata guna lahan, tanah, dan jaringan jalan. Pembukaan lahan secara mekanis dilakukan dengan menggunakan traktor. Hal ini bertujuan untuk menumbangkan tunggul-tunggul kayu. Akan tetapi, bila lahan memiliki kemiringan lebih dari 18% maka lahan tidak ditraktor karena akan menimbulkan erosi ketika hujan. Kelapa sawit menghendaki tanah yang gembur, subur, datar, berdrainase (beririgasi) baik dan memiliki lapisan solum cukup dalam (80 cm) tanpa lapisan padas. Kemiringan lahan pertanaman kelapa sawit sebaiknya tidak lebih dari 15% (Kiswanto 2008). Pembukaan lahan secara kimia biasanya menggunakan bahan kimia. Bahan kimia yang umum dipakai adalah bahan yang bersifat sistemik, seperti bustofan, glyphosate, dowpon, dan dalapon (Zaenal 2012). Selanjutnya dilakukan pengajiran, ajir adalah kayu atau bambu yang ditancapkan ditempat-tempat yang akan ditanami tanaman kelapa sawit. Ajir ini sebagai tanda bagi kontraktor atau buruh untuk membuat lubang tanam. Pembuatan lubang tanam minimal dua minggu sebelum tanam agar mudah diperiksa jumlah maupun ukurannya, tanah cukup matang, dan tidak terburu-buru waktu tanam. dua minggu sebelum tanam agar mudah diperiksa jumlah maupun ukurannya, tanah cukup matang, dan tidak terburu-buru waktu tanam. Tanaman penutup tanah bermanfaat sebagai penghindar tanah dari bahaya erosi, guguran daun dan bintil akarnya bisa memberi tambahan unsur Nitrogen (N) pada tanah dan sebagai bahan organik untuk memperbaiki struktur tanah, menekan pertumbuhan alang-alang dan gulma lain, dapat menghisap banyak air agar pada lokasi rendah tanahnya kering.

Teknik budi daya setelah melakukan pembukaan lahan adalah melakukan pembibitan. Bibit merupakan bahan tanaman yang siap untuk ditanam di lapangan. Pembibitan merupakan cara atau usaha yang dilakukan untuk mengecambahkan bahan tanaman agar menjadi bibit yang bermutu dan berkualitas serta siap untuk ditanam (Lubis 2008). Pembibitan bertujuan untuk menghasilkan bibit berkualitas tinggi yang harus tersedia pada saat penyiapan lahan tanam telah selesai. Pembibtan dilakukan karena berbagai alasan, yaitu 1). keadaan kecambah kelapa sawit yang mudah diserang insekta,  2). Bahan tanaman memerlukan ketegakan habitusnya sehingga tidak roboh. 3). Memperpendek umur antara persiapan di lapang dan penanaman pertama (Pahan 2008). Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan areal pembibitan yakni : 1). Dekat dari sumber air, tersedia air sepanjang tahun namun tidak kebanjiran waktu musim hujan, 2). Dekat dari pengawasan dan mudah untuk dikunjungi, 3). Tidak jauh dari areal yang akan ditanami jika mungkin ditengah lokasi untung mengurangi biaya pengangkutan. Pembibitan secara tidak langsung terbagi antara pre nursery dan main nursery. Pre nursery atau pembibitan awal mempunyai ciri-ciri penggunaan kantong plastik berukuran kecil, sehingga jumlah bibit per ha areal pembibitan menjadi banyak. Untuk areal pembibitan dipilih lahan yang rata dan datar (tidak miring), berdrainase lancar, dekat sumber air, tetapi tidak rawan banjir (Mangoensoekarjo 2008). Kecerobohan dalam kegiatan Pre nursery dapat menyebabkan kecambah mati atau tidak tumbuh. Pembibitan utama (Main nursery) bibit dari pembibitan awal dipindahkan ke kantong pelastik yang lebih besar berukuran 40 x 50 cm pada umur sekitar empat bulan.

Pemupukan memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan namun jika pemberian berlebihan akan berpengaruh menekan pertumbuhan. Bibit kelapa sawit sangat cepat pertumbuhannya dan membutuhkan banyak pupuk. Pemberian pupuk majemuk dan urea dalam bentuk larutan setelah semai berumur 1 bulan dengan interval waktu setiap minggu. Pengendalian gulma bisa dilakukan baik pada pembibitan awal maupun pembibitan utama.  Pengendaliannya dapat dilakukan dengan manual dengan tangan yakni mencabut gulma pada kantong plastik sekali dalam dua minggu atau dengan kored dan garu untuk wilayah di sekitar kantong bibit dengan siklus 2-3 minggu. Apabila dengan cara kimia bisa menggunakan herbisida ametrin, simazin, dan diuron 2 – 2,5 kg dilarutkan dalam 500 liter air untuk 1ha. Untuk mendapatkan bibit yang sehat dan prima pengendalian hama dan penyakit sangat penting. Dalam pelaksanaannya diperlukan pengenalan yang baik, tanda serangan awal, tindakan preventif yang akan diambil dan tindak lanjut. Pemindahan bibit ke lapangan sangat dipengaruhi kesehatan bibit di pembibitan. Hanya bibit yang sehat yang dipindahkan (alih tanam) agar bisa tumbuh dan beradaptasi dengan baik. Kegiatan selanjutnya adalah panen. Panen dilakukan dengan mengambil buah dari pokok pada tingkat kematangan yang sesuai dan mengantarkannya ke pabrik dengan cara dan waktu yang tepat.

Iyung Pahan. 2008. Kelapa Sawit Manajemen Hulu sampai Hilir. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.

Kiswanto. 2008. Teknologi Budi daya Kelapa Sawit Seri 11. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan                    Pertanian. Lampung (ID). 101 hal.

Lubis A.U. 2008. Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Indonesia Edisi 2. Pusat Penelitian Perkebunan              Marihat. Sumatera Selatan (ID). 435 hal.

Mangoensoekarjo, S. dan H. Semangun. 2008. Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit. Yogyakarta (ID): UGM            Press.  

Zaenal. 2010. Pengelolaan pembibitan kelapa sawit dengan aspek khusus seleksi bibit di pusat penelitian                kelapa sawit (PPKS), unit usaha Marihat, Sumatera Utara [Skrip]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2013 in Subsistem Budidaya

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: