RSS

Tanaman Penutup Tanah atau Legum Cover Crop (LCC)

22 Sep

Tanaman Penutup Tanah yang juga dikenal dengan Legum Cover Crop ( LCC ) adalah tanaman yang khusus ditanam untuk memperbaiki struktur tanah yaitu dengan memperbaiki sifat fisika dan sifat kimia tanah sehingga dapat mengembalikan kesuburan tanah. Hal ini dapat tejadi karena tanaman ini mengadakan simbiosis dengan bakteri pengikat Nitrogen, sehingga ketersediaaan nitrogen dalam tanah menjadi meningkat. Jadi, tanaman ini ditanam dengan tujuan memperbaiki struktur tanah agar kesuburannya kembali meningkat sehingga siap untuk ditanamai kembali dengan tanaman utama. Mengingat tujuan penanaman LCC adalah memperbaiki struktur tanah agar dapat ditanami kembali, maka tanaman LCC harus memenuhi beberapa syarat, yaitu :

1.Perakaran tidak mengganggu tanaman utama

Dalam hal ini, akar dari tanaman LCC haruslah akar yang mudah dicabut, sehingga tidak meninggalkan sisa akar di tanah yang dapat mengganggu tanaman utama.

2.Mudah diperbanyak secara vegetatif maupun generatif dan cepat tumbuh

Dengan adanya kemudahan perbanyakan tanaman ini, semakin banyak tanaman LCC yang tumbuh sehingga semakin cepat kesuburan diperoleh dan semakin luas lahan yang bisa diperbaiki strukturnya dalam waktu singkat.

3.Tahan terhadap kekeringan, naungan, hama dan penyakit

Ketahanan tanaman ini terhadap berbagai gangguan membuat tanaman ini tidak mudah mati, sehingga proses peningkatan kesuburan tanah pun tidak terganggu.

4.Memiliki potensi dalam memberikan bahan organik yang tinggi

Potensi yang dimaksud adalah kemampuan tanaman ini dalam mengikat zat-zat dalam tanah untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Tanaman yang memenuhi syarat-syarat diatas adalah tanaman dari suku Leguminosae atau biasa dikenal dengan tanaman kacanag-kacangan. Akar dari tanaman ini adalah akr serabut, sehingga mudah dicabut dan tidak mengganggu perakaran tanaman utama nantinya. Selain itu, tanaman jenis ini mudah diperbanyak , mudah tumbuh dan juga cepat tumbuh. Tanaman jenis ini juga memikliki ketahanan terhadap berbagai gangguan, serta memiliki potensi untuk memberi bahan organik terhadap tanah karena dapat mengikat nitrogen dari udara bebas.

B. Jenis – jenis Tanaman LCC

Sesuai dengan namanya yaitu Legum Cover Crop, maka yang termasuk tanaman ini berasal dari jenis Leguminosae atau tanaman kacang – kacangan. Tanaman dari jenis ini memiliki kemampuan mengikat nitrogen dari udara bebas, karena mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium dengan cara menginfeksi akar tanaman dan membentuk bintil akar. Rhizobium tersebut akan memfiksasi nitrogen dari udara sehingga menambah ketersediaan nitrogen di dalam tanah.

Adapun jenis – jenis tanaman penutup tanah dibagi menjadi 2 tipe yaitu Menjalar dan Pelindung perdu. Jenis LCC untuk masing – masing tipe yaitu :

1.Menjalar, terdiri dari :

  • Centrosema pubescens ( CP )
  • Pueraria javanica ( PJ )
  • Calopogonium mucunoides ( CM )
  • Psopocarphus polustris ( PP )
  • Calopogonium caeruleum ( CC )
  • Desmodium ovalifolium ( DO )
  • Mucuna conchinchinensis ( MC )
  • Pueraria phascoloides ( PP )

2.Pelindung perdu, yaitu :

  • Flemingia congesta
  • Crotalaria anagyroides
  • Tephrosia vogelii
  • Caliandra callothyrsus ( putih )
  • Caliandra tetragona ( merah )

Penanaman LCC secara bersamaan dari berbagai jenis lebih menguntungkan daripada hanya satu jenis saja.

C.Peranan LCC Dalam Pertanian

Dalam dunia pertanian, LCC memberi peranan dalam meningkatkan kesuburan tanah. Peranan yang diberikan LCC dalam bidang pertanian cukup penting untuk mencapai pertanian yang berhasil. Dengan adanya LCC, maka dapat diciptakan kondisi tanah yang siap untuk ditanami dan memnuhi unsur – unsur yang dibutuhkan tanaman utama.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, fungsi LCC adalah meningkatkan kesuburan tanah, maka dalam hal meningkatkan kesuburan tanah peranan LCC dalam bidang pertanian sebagai berikut :

1.Meningkatkan persediaan nitrogen dalam tanah

Tanaman LCC mampu meningkatkan persediaan nitrogen dalam tanah karena tanaman ini bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium yang dapat memfiksasi nitrogen langsung dari udara bebas.

2.Menggantikan fungsi pupuk

Tanaman LCC dan pupuk bersifat memberi kesuburan pada tanah. Dengan ditanamnya LCC, maka petani tidak perlu memberi pupuk untuk mengembalikan kesuburan tanah sebelum ditanami tanaman utama dan tanaman ini dapat menjadi pupuk organik.

3.Mengurangi pencucian unsur hara

Dengan ditanamnya tanaman LCC, maka lahan yang belum ditanami tanaman utama tidak kosong, sehingga ketika hujan turun, unsur – unsur hara yang masih tersisa dalam tanah tidak mengalami pencucian oleh aliran air hujan.

4.Menekan pertumbuhan gulma

Dengan adanya tanaman LCC, tanah akan tertutup dan akan menghalangi masuknya sinar matahari sehingga gulma tidak dapat bertumbuh.

5.Menciptakan habitat baru bagi musuh alami terhadap hama.

Keberadaan tanaman LCC dapat menjadi tempat hidup bagi musuh alami hama yang menyerang tanaman utama. Dengan demikian petani dapat mengurangi penggunaan pestisida.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2013 in Teknik Budidaya Tanaman

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: