RSS

Penunasan pada Kelapa Sawit

22 Sep

Pemeliharaan tanaman dilakukan pada saat tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam pemeliharaan tanaman baik TBM dan TM yaitu: konsolidasi, pemeliharaan jalan, benteng, teras, parit, penyisipan tanaman, pengendalian gulma, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, kastrasi serta penunasan pelepah.

Penunasan merupakan kegiatan pembuangan daun – daun tua yangtidak produktif pada tanaman kelapa sawit. Penunasan biasa juga disebut dengan pemangkasan. Pemangkasan bertujuan untuk memperbaiki udara di sekitar tanaman, mengurangi penghalangan pembesaran buah dan kehilangan brondolan,dan memudahkan pada saat kegiatan pemanenan dilakukan. Suyatno (1994) menyatakan bahwa tanaman kelapa sawit yang berumur 3 – 8 tahun memiliki jumlah pelepah optimal sekitar 48 – 56 pelepah, sedangkan yang berumur lebihdari 8 tahun jumlah pelepah optimalnya sekitar 40 – 48 pelepah. Tanaman belum menghasilkan juga dilakukan kegiatan penunasan( pruning ). Kegiatan penunasan pada TBM disebut juga dengan penunasan pasir,yaitu memotong pelepah-pelepah kosong pada tanaman kelapa sawit. Sanitasi ini bertujuan untuk mempermudah pemeliharaan dan mengefektifkan pemanfaatanunsur hara.

Tanaman menghasilkan kelapa sawit dilakukan penunasan, hal ini memiliki banyak manfaat, antara lain sanitasitanaman, memudahkan panen, menghindari tersangkutnya brondolan di pelepah,memperlancar penyerbukan alami, memudahkan pengamatan buah, dan efisiensi distribusi fotosintat untuk pembungaan dan pembuahan.Kegiatan penunasan membutuhkan alat bantu. Penunasan dapat dilakukandengan alat dondos ‘dodos’ (cnisel ) pada tanaman yang masih pendek, sedangkan pada tanaman yang sudah tinggi menggunakan alat yang disebut dengan egrek.

Prinsip kerja penunasan adalah memotong pelepah daun yang terbawah. Pemotongan pelepah menggunakan alat yang disebut egrek (gambar terlampir). Cara pemotongannya adalah memotong  pelepah daun terbawah dengan meninggalkan bagian pangkal pelepah sepanjang 2 – 3 cm atau selebar tandan buah sawit. Pelepah daun juga dapat dipotong rapat ke batang atau dengan berkas daun potongan berbentuk tapal kuda yang membentuk sudut 3o terhadap garis horizontal. Pelepah yang telah dipotong dikumpulkan dan disusun digawangan mati, terutama pada areal datar atau pelepah daun yang telah ditunas dipotong menjadi tiga bagian dan diletakkan teratur membentuk gundukan padagawangan mati. Umumnya penunasan dilakukan dengan menggunakan norma “songgo dua”.  Sanitasi berupa penunasan dilakukan pada saat tanaman berumur 2 tahun dengan rotasi dua kali dalam setahun.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2013 in ilmu Tanaman Perkebunan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: