RSS

PUPUK ORGANIK DAN MASUKAN PUPUK DOSIS RENDAH PADA PADI SAWAH

07 Sep

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan hasil pada lahan sawah adalah melalui pengelolaan hara terpadu dengan pemberian hara ( Urea, SP-36, KCl dan ZA) pada berbagai level dosis pupuk. Unsur hara N, P ,dan K merupakan hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman padi untuk pertumbuhan dan produksi.

Pada suatu petak percobaan berukuran 5x 4 m2 dengan varietas mentik wangi dan 5 perlakuan. Perlakuan 1  yaitu 250 kg urea/ha, 100 kg SP-36/ha, dan 100 kg KCl/ha. Pada perlakuan 2 yaitu 125 kg urea/ha, 50 kg SP-36/ha, dan 50 kg KCl/ha (NPK 50% dosis) dengan penambahan pupuk kandang 10 ton/ha yang dibenamkan. Pada perlakuan 3 yaitu 125 kg urea/ha, 50 kg SP-36, dan 50 kg KCl/ha (NPK 50% dosis) dengan penambahan pupuk organik padat 5 kuintal/ha. Perlakuan 4 yaitu 125 kg urea/ha, 50 kg SP-36, dan 50 kg KCl/ha (NPK 50% dosis) dengan penambahan pupuk cair hayati dan pupuk organik padat 5 kuintal/ha. Berbeda dengan yang lainnya, pada perlakuan 5 yaitu pupuk kandang 10 ton/ha yang dibenamkan ditambah pupuk cair hayati.

Untitled

Grafik 1.  Grafik Banyaknya Jumlah Anakan Tiap MST pada lima perlakuan Dosis Pemupukan

Berdasarkan Grafik 1 menunjukkan bahwa jumlah anakan terbanyak yaitu pada perlakuan 3 sebanyak 26 anakan pada 9 MST. Akan tetapi jumlah anakan terendah terletak pada perlakuan 4 sebanyak 23 anakan pada 9 MST. Jumlah anakan terbanyak kedua disusul oleh perlakuan 2. Dengan banyaknya jumlah anakan pada perlakuan 3 yaitu adanya penambahan pupuk organik padat. Adapun keuntungan yang di dapat bila menggunakan pupuk organik padat, yaitu dapat meningkatkan kandungan bahan organik di dalam tanah, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air (Hasudungan 2008).

Tinggi

Grafik 2.  Grafik Tinggi tanamanTiap MST pada lima perlakuan Dosis Pemupukan

Berdasarkan Grafik 2 menunjukkan bahwa tinggi tanaman terbesar pada perlakuan 3 sebesar 95,5 cm pada 9 MST, sedangkan tinggi tanaman terkecil terletak pada perlakuan 5 sebesar 85,4 cm. Unsur hara N, P ,dan K merupakan hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman padi untuk pertumbuhan dan produksi (Kasim, 2009). Sedangkan pada perlakuan 5 tidak ada perlakuan dengan menggunakan pupuk urea, SP-36, maupun KCl. Sehingga tinggi tanaman pada perlakuan 5 terhambat.

Lain halnya dengan jumlah anakan dan tinggi tanaman, pada bagan warna daun terlihat perbedaan pada perlakuan tertinggi yang di dapat. Dengan adanya penambahan pupuk cair hayati ditambah pemberian pupuk urea, SP-36, dan KCl  pada lahan  menyebabkan tanaman dapat menyerap unsur-unsur  hara yang dibutuhkan secara optimal (Rika, 2006). Oleh sebab itu pada Bagan warna daun pada perlakuan 4 memiliki nilai tertinggi sebesar 3,1 pada 9 MST, dan terendah terletak pada perlakuan 2 sebesar 2,9. Hal ini disebankan karena pada perlakuan 4 dilakukan pemupukan Urea, SP-36, KCl dan di campur dengan pupuk cair hayati sehingga unsur hara dapat diserap tanaman secara optimal, sehingga pemupukan urea, SP-36 dan KCl tidak perlu dosis yang terlampau banyak.

KESIMPULAN

            Berdasarkan hasil yang telah dipaparkan, jumlah anakan tertinggi dicapai pada  perlakuan 3 sebanyak 26 anakan pada 9 MST. Akan tetapi jumlah anakan terendah terletak pada perlakuan 4 sebanyak 23 anakan pada 9 MST. Hal ini dikarenakan pada perlakuan 3 ada penambahan pupuk organik padat. Sedangkan tinggi tanaman padi terbesar pada perlakuan 3 sebesar 95,5 cm pada 9 MST, sedangkan tinggi tanaman terkecil terletak pada perlakuan 5 sebesar 85,4 cm. Hal ini disebabkan karena pada perlakuan 5 tidak adanya unsur N, P, dan K sehingga tinggi tanaman terhambat. Selain itu bagan warna daun pada padi terlihat berbeda. Jika sebelumnya perlakuan 3 menjadi perlakuan tertinggi, maka pada uji BWD di dapat hasil tertinggi yaitu pada perlakuan 4 sebesar 3,1 pada 9 MST, dan terendah terletak pada perlakuan 2 sebesar 2,9. Hal ini dikarenakan pada perlakuan 4 dilakukan pemupukan Urea, SP-36, KCl dan di campur dengan pupuk cair hayati sehingga unsur hara dapat diserap tanaman secara optimal, sehingga pemupukan urea, SP-36 dan KCl tidak perlu dosis yang terlampau banyak.

DAFTAR PUSTAKA

Hasudungan. 2008. Uji Efektivitas Pupuk Organik Padat dan NPK terhadap Pertumbuhan dan Produksi. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. 54 hal.

Kasim, Arifudin. 2009. Pengaruh Dosis Pupuk Urea, SP-36, dan KCl Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Pada Lahan Sawah. Jurnal Ilmiah Tambua 3: 395-399.

Meiliza, rika. 2006. Pengaruh Pupuk Terhadap Optimasi Produksi Padi Sawah di Kabupaten Deli Serdang. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. 62 hal.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 7, 2013 in Ilmu Tanaman Pangan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: