RSS

Teknologi Hidroponik

04 Sep

           Hidroponik berasal dari bahasa latin yang berarti hydro (air) dan ponos (kerja). Istilah hidroponik pertama kali ditemukan oleh W.F. Gericke dari University of California pada awal tahun 1930-an, yang melakukan percobaan hara tanaman dalam skala komersial yang selanjutnya disebut nutrikultur atau hydroponics. Selanjutnya hidroponik didefinisikan secara ilmiah sebagai suatu cara budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, akan tetapi menggunakan media inert seperti gravel, pasir, peat, vermikulit, pumice atau sawdust yang diberikan larutan hara yang mengandung semua elemen esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal tanaman.

index

       Budidaya tanaman secara hidroponik memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan budidaya secara konvensional, yaitu pertumbuhan tanaman dapat dikontrol, tanaman dapat berproduksi dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi, tanaman jarang terserang hama dan penyakit karena terlindungi, pemberian air irigasi dan larutan hara lebih efisien dan efektif, dapat diusahakan terus menerus tanpa tergantung oleh musim, dan dapat diterapkan pada lahan yang sempit.

           Sistem irigasi tetes adalah sistem irigasi pemberian air irigasi dengan cara diteteskan langsung di zona perakaran. Irigasi tetes sering digunakan dalam hidroponik dengan sistem substrat. Sistem ini sangat tergantung terhadap ketersediaan energi listrik untuk menjalankan pompa karena adanya sirkulasi dan distribusi hara tanaman. Keuntungan dengan irigasi tetes adalah mampu menghemat penggunaan air dan pupuk , menekan serangan penyakit pada daun, meningkatkan presisi saat dan cara aplikasi pupuk pada produksi sayuran.

        Walaupun irigasi tetes memiliki banyak keuntungan dalam produksi sayuran secara modern, namun banyak tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan teknologinya. Irigasi tetes harus didesain secara tepat agar dapat dioperasikan dengan efisiensi yang tinggi.

            Kualitas air merupakan faktor utama yang perlu dipertimbangkan dalam budidaya tanaman secara hidroponik. Kualitas air dapat ditentukan dari apa yang terkandung di dalam sumbernya, juga tingkat kemasamannya. Kualitas air dapat ditentukan dengan keberadaan partikel fisik ( pasir bahan organik), jumlah bahan terlarut ( hara dan bahan kimia non hara ), dan pH air.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 4, 2013 in Dasar-dasar Hortikultura

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: