RSS

Daya Berkecambah Sengon

27 Sep

Tabel 1. Pengamatan Daya Berkecambah Benih Sengon
Ulangan Perlakuan
Kontrol Skarifikasi KNO3 0,2 %
1 4% 64% 0
2 4% 72% 0
3 4% 56% 8%
4 0 68% 12%
Rata-Rata 3% 65% 0,05

Tabel 2. Pengamatan Potensi Tumbuh Maksimum Benih Sengon
Ulangan Perlakuan
Kontrol Skarifikasi KNO3 0,2 %
1 8% 80% 4%
2 8% 84% 0
3 8% 76% 8%
4 0 80% 12%
Rata-Rata 6% 80% 6%

Dormansi benih adalah istilah yang digunakan untuk keadaan dimana benih yang baik tidak bisa berkecambah meskipun berada pada kondisi/lingkungan yang sesuai untuk perkecambahan. Dormansi benih adalah suatu keadaan dimana benih tidak mampu berkecambah walaupun kondisi untuk perkecambahan ( air, suhu, komposisi gas, dan cahaya) dalam keadaan optimum. Dormansi benih dapat disebabkan antara lain adanya impermeabilitas kulit benih terhadap air dan gas (oksigen),embrio yang belum tumbuh secara sempurna, hambatan mekanis kulit benih terhadap pertumbuhan embrio, belum terbentuknya zat pengatur tumbuh atau karena ketidakseimbangan antara zat penghambat dengan zat pengatur tumbuh di dalam embrio (Saleh, 2004). Untuk itu diperlukan perlakuanperlakuan khusus yang dapat mematahkan masa dormansi biji agar dapat berkecambah. Upaya pretreatment atau perawatan awal pada benih, yang ditujukan untuk mematahkan dormansi, serta mempercepat terjadinya perkecambahan biji yang seragam disebut sebagai skarifikasi (Ratnasari, 2006).
Tanaman Sengon (Paraserianthes falcataria) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk famili Leguminoceae yang banyak dibutuhkan dalam dunia kehutanan. Pohon Sengon dapat tumbuh mulai dari pantai sampai daerah dengan ketinggian 1600 m di atas permukaan laut (dpl), dengan ketinggian optimum 0-800 m di atas permukaan laut(DWIYANTI,2009). Kelebihan sengon antara lain sebagai spesies cepat tumbuh ( Fast Growing Species / FGS), sehingga tanaman ini menjadi salah satu pilihan tanaman yang digunakan untuk penghijauan. Tajuknya yang ringan memungkinkan tanaman lain untuk tetap tumbuh dibawah tegakannya. Sengon juga memiliki bintil akar yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara sehingga membantu mengembalikan kesuburan tanah. Selain itu kayunya memiliki potensi yang cukup baik sebagai kayu komersil. Pemanfaatan kayu sengon sebagai bahan baku industri mebel atau perkakas rumah tangga saat ini terlihat mulai banyak dilakukan.

Pembahasan
Cara skarifikasi yang paling efektif untuk memacu perkecambahan biji. Hampir semua biji yang dilukai dapat menyerap air dengan baik. Karena keefektifan perlakuan perlukaan kulit biji dalam mematahkan dormansi biji, maka perlakuan ini tampaknya dapat digunakan sebagai metode standar untuk pengukuran kapasitas (potensi) kecambah biji. Biji yang pada umumya memiliki kulit biji yang tebal sehingga perbanyakan melalui biji dapat dilakukan dengan perlakuan benih melalui skarifikasi dan penggunaan larutan kimia. Tanaman leguminosae adalah salah satu jenis tanaman yang mempunyai dormansi benih yang disebabkan oleh faktor fisik benih karena memiliki kulit biji yang keras. Skarifikasi merupakan salah satu upaya pretreatment atau perawatan awal pada benih yang ditujukan untuk mematahkan dormansi, serta mempercepat terjadinya perkecambahan biji yang seragam. Karena setiap benih ditangani secara manual, dapat diberikan perlakuan individu sesuai dengan ketebalan biji. Pada hakekatnya semua benih dibuat permeabel dengan resiko kerusakan yang kecil, asal daerah radikel tidak rusak. Seluruh permukaan kulit biji dapat dijadikan titik penyerapan air. Pada benih legum, lapisan sel palisade dari kulit biji menyerap air dan proses pelunakan menyebar dari titik ini keseluruh permukan kulit biji dalam beberapa jam. Pada saat yang sama embrio menyerap air. Skarifikasi manual efektif pada seluruh permukaan kulit biji, tetapi daerah microphylar dimana terdapat radicle, harus dihindari. Kerusakan pada daerah ini dapat merusak benih, sedangkan kerusakan pada kotiledon tidak akan mempengaruhi perkecambahan. Perlakuan kimia dengan bahan-bahan kimia sering dilakukan untuk memecahkan dormansi pada benih. Tujuan utamanya adalah menjadikan agar kulit biji lebih mudah dimasuki oleh air pada waktu proses imbibisi. Larutan asam kuat seperti asam sulfat dengan konsentrasi pekat membuat kulit biji menjadi lunak sehingga dapat dilalui air dengan mudah. Tetapi metode ini tidak sesuai untuk benih yang mudah sekali menjadi permeable, karena asam akan merusak embrio. Karena dormansi dengan perlakuan kimia dapat menghambat perkecambahan.

DWIYANTI, Fifi. 2009. KERAGAMAN SENGON SOLOMON PADA UJI KETURUNAN DI HUTAN PERCOBAAN CIRANGSAD [Skrip]. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor.
Ratnasari, Jayanti. 2006. CARA MUDAH MENGECAMBAHKAN BIJI SENGON dengan air panas [Skrip]. Fakultas Kehutanan.Universitas Gadjah Mada.
Saleh, MS. 2004. Pematahan Dormansi Benih Aren Secara Fisik Pada Berbagai Lama Ekstraksi Buah. Agrosains. 6(2): 79-83.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 27, 2012 in Dasar Teknologi Benih

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: