RSS

Kemunduran benih

26 Sep

Kualitas benih yang terbaik tercapai pada saat benih masak fisiologis karena pada saat benih masak fisiologis maka berat kering benih, viabilitas dan vigornya tertinggi. Perlu dicatat bahwa viabilitas dan vigor tertinggi yang dimaksud tidak harus 100%. Setelah masak fisiologis kondisi benih cenderung menurun sampai pada akhirnya benih tersebut kehilangan daya viabilitas dan vigornya sehingga benih tersebut mati. Proses penurunan kondisi benih setelah masak fisiologis itulah yang disebut sebagai peristiwa deteriorasi atau benih mengalami proses menua. Proses penurunan kondisi benih tidak dapat dihentikan tetapi dapat dihambat. Kemunduran benih dapat didefinisikan jatuhnya mutu benih yang menimbulkan perubahan secara menyeluruh di dalam benih dan berakibat pada berkurangnya viabilitas benih. Faktor-faktor yang mempengaruhi benih itu sendiri antara lain adalah faktor internal benih mencakup kondisi fisik dan keadaan fisiologinya, kelembaban nisbi dan temperatur, kadar air benih, suhu, genetik, kerusakan mekanik (akibat panen dan pengolahan), dan tingkat kemasakan benih. Kemunduran benih yang menyebabkan menurunnya vigor danviabilitas benih merupakan awal kegagalan dalam kegiatan pertanian sehingga harus dicegah agar tidak mempengaruhi produktivitas tanaman. Sadjad (1994) menguraikan vigor benih adalah kemampuan benih menumbuhkan tanaman normal pada kondisi suboptimum di lapang, atau sesudah disimpan dalam kondisi simpan yang suboptimum dan ditanam dalam kondisi lapang yang optimum. Viabilitas benih merupakan daya hidup benih yang dapatditunjukkan dalam fenomena pertumbubannya, gejala metabolisme, kinerja kromosom atau garis viabilitas sedangkan viabilitas potensial adalah parameter viabilitas dari suatu lot benih yang menunjukkan kemampuan benih menumbuhkan tanaman normal yang berproduksi normal pada kondisi lapang yang optimum.

I.PEMBAHASANA.

Pengertian Kemunduran Benih (Deteriorasi)
Kemunduran benih merupakan proses penurunan mutu secara berangsur-anngsur dan kumulatif serta tidak dapat balik (
irreversible
) akibat perubahan fisisologis yang disebabkan oleh faktor dalam. Kemunduran benih beragam, baik antarjenis, antarvarietas, antarlot, bahkan antarindividu dalamsuatu lot benih. Kemunduran benih dapat menimbulkan perubahan secaramenyeluruh di dalam benih dan berakibat pada berkurangnya viabilitas benih(kemampuan benih berkecambah pada keadaan yang optimum) atau penurunan daya kecambah. Proses penuaan atau mundurnya vigor secarafisiologis ditandai dengan penurunan daya berkecambah, peningkatan jumlahkecambah abnormal, penurunan pemunculan kecambah di lapangan ( field emergence), terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman,meningkatnya kepekaan terhadap lingkungan yang ekstrim yang akhirnyadapat menurunkan produksi tanaman (Copeland dan Donald, 1985).Kemunduran benih adalah mundurnya mutu fisiologis benih yangdapat menimbulkan perubahan menyeluruh di dalam benih, baik fisik,fisiologi maupun kimiawi yang mengakibatkan menurunnya viabilitas benih(Sadjad, 1994).Kemunduran benih dapat diterangkan sebagai berikut:1.Yang dimaksud laju deteriorasi adalah berapa besarnya penyimpanagna terhadap keadaan optimum untuk mencapaimaksimum. Hal ini dipengaruhi oleh dua peristiwa, yaitu:a.Merupakan sifat genetis benihKemunduran benih karena sifat genetis biasa disebut prosesdeteriorasi yang kronologis artinya, meskipun benih ditanganidengan baik dan faktor lingkungannya pun mendukung namun proses ini akan tetap berlangsung. b.Karena deraan lingkunganProses in biasa disebut proses deteriorasi fisiologis. Proses initerjadi karena adanya faktor lingkungan yang tidak sesuaidengan persyaratan penyimpanan benih, atau terjadi penyimpangan selama proses pembentukan dan prosesing benih.

B.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hidup Benih

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi viabilitas benih selama penyimpanan dibagi menjadi factor internal dan eksternal. Faktor internalmencakup sifat genetik, daya tumbuh dan vigor , kondisi kulit dan kadar air  benih awal. Faktor eksternal antara lain kemasan benih, komposisi gas, suhudan kelembaban ruang simpan (Copeland dan Donald, l985).

 

1.Faktor internal benihFaktor internal benih mencakup kondisi fisik dan keadaanfisiologinya. Contoh: benih yang retak, luka, dan tergores akan lebih cepatmengalami kemunduran. Faktor  induced  selama perkembangan benih dilapangan mempengaruhi keadaan fisiologinya, sebagai contoh terjadikekurangan mineral (seperti N, K, Ca), air, dan suhu yang ektrim dilapangan.

 

2.Kelembaban nisbi (relative humidity=RH) dan temperatur.a.RH mempengaruhi kadar air benih, dan kadar air benih mempengaruhimempengaruhi respirasi benih b.RH lingkungan dipengaruhi oleh suhu (T) lingkunganc.RH dan T saling berkaitan dan mempengaruhi kemunduran benih:

a. setiap penurunan kadar air 1% menggandakan masa hidup dua kali,dan

 

b. setiap penurunan suhu ruang simpan 5oC

akan menggandakan masahidup benih dua kali.

Keragaman tinggi. Benih yang telah mengalami deteriorasi jikadikecambahkan/ ditanam di lahan keragamannya akan tinggi (tidak seragam pertumbuhannya).

Penurunan hasil panen. Hasil panen akan menurun jika petanidalam ussaha taninya memakai benih yang telah mengalamideteriorasi, terutama karena akibat keragaman tanaman di lahan.

Perubahan warna. Benih yang telah mengalami deteriorasiwarnanya akan berubah, halmiini biasanya dipakai sebagai salahsatu tolak ukur pertama, meskipun kendala yang kita hadapi perubahan ini sangat subyektif. Proses yang terjadi pada benih yang mengalamiproses deteriorasi menurut JC. Delouche sebagai berikut:

Kerusakan membran pada benih yang menua akan mengakibatkankerusakan dinding sel sehingga mengakibatkan terjadinyakebocoran jika benih berimbibisi.

Proses biosintesis yang tak berimbang

Ketidakseimbangan proses biosintesis yang disebabkan proses katabolisme dan anabolisme yang tidak sinkron akan mengganggu proses perkecambahan benih.

Laju perkecambahan dan perkembangan kecambah lambat dantidak seragam. Pada benih yang telah menua juka masih dapat berkecambah maka pertumbuhan/ perkembangan kecambahnyalambat dan tidak merata.

Rentan terhadap stress faktor lingkungan. Benih yang telah menuaakan sangat peka terhadap perubahan faktor lingkungan pada saatdikecambahkan.

Kondisi kecambah jelek. Kecambabh yang dihasilkan kondisinya jelek sekali.

 

Penyimpang morfologis. Kecambah yang terbentuk tidak normal.Hal ini dapat dilihat dengan tingginya persentase kecambahabnormal.

Tidak berkecambah. Benih yang dikecambahkan tidak  berkecambah meskipun benih tersebut sebenarnya belu mati.

Mati (death). Benih mati dapat diketahui dengan uji tetrazolium.

 

D.Tanda-tanda Kemunduran Benih

 

1.Gejala FisiologisMenurut Toole, Toole dan Gorman (dalam Abdul Baki danAnderson. 1972), kemunduran benih dapat ditunjukkan oleh gejalafisiologis sebagai betikut: (a) terjadinya perubahan warna benih (b)tertundanya perkecambahan; (c) menurunnya, toleransi terhadap kondisilingkungan sub optimum selama perkecambahan (d) rendahnya toleransiterhadap kondisi simpan yang kurang sesuai (e) peka terhadap radiasi; (f)menurunnya pertumbuhan kecambah; (g) menurunnya daya berkecambah,dan (h) meningkatnya jumlah kecambah abnormal. Abdul Baki danAnderson (1972) mengemukakan indikasi biokimia dalam benih yangmengalami kemunduran viabilitas adalah sebagai berikut: (a) perubahanaktivitas enzim (b) perubahan laju respirasi; (c) perubahan di dalamcadangan makanan; (d) perubahan di dalam membran, dan (e) kerusakankromosom.Gejala fisiologis dipengaruhi pula oleh:a.Aktivitas enzim menurun: dehidrogenase, glutamat dekarboksilase,katalase, peroksidase, fenolase, amilase, sitokrom oksidase. b.Respirasi menurun : konsumsi O2 rendah, produksi CO2 rendah, produksi ATP rendah

c.

Bocoran metabolit meningkat: menjadikan nilai daya hantar listrik meningkat dan gula terlarut menigkatd.Kandungan Asam Lemak Bebas meningkat:1)Lipid: asam lemak + gliserol

 

2)Benih kapas dengan kandungan Asam Lemak Bebas ≥1% sudahtidak mampu berkecambah.2.Gejala Kinerja Beniha.kinerja perkecambahan rendah: KT rendah, dan tidak seragam

b.

Daya suai terhadap lingkungan rendahc.Daya tumbuh di lapang rendahd.Tidak tahan terhadap cekaman lingkungan3.Pemudaran Warna kibat penuaanKemunduran warna akibat penuaan yaitu warna benih mencoklat (terutama bila terdedah pada cahaya) pada embrio atau pada kulit benih.

 

E.Kemungkinan Penyebab Kemunduran Benih

1.Autoxidasi Lipid: dapat terjadi pada benih:

a.KA < 6%

b.Konsentrasi O2 tinggi

c.Suhu tinggiProses:Lemak tak jenuh + ion2 logam radikal bebas (H3+) +cahaya/irradiasiRadikal bebas + O2Hidroperoksida (H2O2) Hidroperoksida KarbonilKarbonil + protein – inaktivasi enzim- kerusakan membran- denaturasi protein Karbonil + asam nukleat mutasi kromosom

2.Degradasi Struktur Fungsionala.Hilangnya permeabilitas membran sel (terhidrolisis oleh fosfolipase danoksidase) b.Rusaknya membran mitokondria (ATP-ase tinggi, fosforilasi oksidatif rendah, produksi ATP tinggi).

 

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 26, 2012 in Dasar Teknologi Benih

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: