RSS

Bobot Kering Kecambah Normal

26 Sep

Bobot kering kecambah normal rnerupakan tolok ukur viabilitas potensial yang menggambarkan banyaknya cadangan makanan yang tersedia sehingga hila dikondisikan pada lingkungan yang sesuai mampu tumbuh dan berkembang dengan baik (Sadjad, 1989). Bobot kering kecambah yang tinggi dapat menggambarkan pemanfaatan cadangan makanan dalam benih yang efisien. Viabilitas adalah kemampuan benih berkecambah dan menghasilkan kecambah normal dalam kondisi lingkungan yang optimum). Daya kecambah benih memberikan informasi kepada pemakai benihakan kemampuan benih tumbuh normal menjadi tanaman yangberproduksi wajar dalam keadaan biofisik lapangan yang serba optimum.
Kecambah normal:
1.Kecambah yang memiliki perkembangan sistem perakaran yangbaik terutama akar primer dan untuk tanaman yang secara normalmenghasilkan akar seminal, maka akar ini tidak boleh kurang daridua. Dengan kata lain kecambah normal dapat didefinisikanapabila memiliki radiks 2 kali panjang benih.
2.Perkembangan hipokotil yang baik dan sempurna tanpa adakerusakan pada jaringan-jaringannya.
3.Pertumbuhan plumula yang sempurna dengan daun hijau dantumbuh baik, di dalam atau muncul dari koleoptil ataupertumbuhan epikotil yang sempurna dengan kuncup yangnormal.
4.Memiliki satu kotiledon untuk kecambah dari monokotil dan duabagi dikotil.

Kekurangan lain yang masih dapat diterima untuk dinyatakan sebagaikecambah normal adalah :
1. Untuk kecambah tanpa akar primer atau dengan akar primer yangpendek ditambah dua akar seminal yang kaut.

2. Hipokotil boleh memperlihatkan sedikit kerusakan atau kebusukanyang terbatas asalkan jaringan-jaringan penting tidak terganggufungsinya.

  1. Untuk dikotil yang kehilangan satu kotiledonnya.

 

  1. Untuk benih pohon-pohonan dengan tipe perkecambahanepigeal dikatakan normal apabila panjang akar 4 x panjang benihdan mempunyai perkembangan struktur yang normal.

 

  1. Kecambah yang busuk karena infeksi oleh kecambah lain masihdianggap normal, kalau jelas bahwa sebelumnya bagian-bagianpenting dari kecambah itu semua ada.

 

 

Kecambah abnormal:

1.Kecambah yang rusak, tanpa kotiledon, embrio yang pecah danakar primer yang pendek.

2.Kecambah yang bentuknya cacad, perkembangannya lemahatau kurang seimbang dari bagian-bagian yang penting.

3.Kecambah yang tidak membentuk chlorophyll

4.Kecambah yang lunak5.Untuk benih pohon-pohonan bila dari microphyl keluar daun danbukannya akar.

 

1. Kecambah Normal

  • Akar: kecambah mempunyai akar primer atau satu set akar-akar sekunder yang cukup kuat untuk menambatkan kecambah bila di tumbuhkan pada tanah atau pasir.
  • Hipokotil: panjang atau pendek, tetapi tumbuh baik tanpa ada luka yang mungkin mengakibatkan jaringan pengangkut menjadi rusak.
  •  Epikotil: paling kurang ada satu daun primer dan satu tunas ujung yang sempurna.

Biji terinfeksi: infeksi pada epikotil sebagian atau seluruhnya, sedangkan hipokotil dan akar tumbuh baik. Epikotil bibit seperti ini biasanya tidak membusuk kalau tumbuh dalam keadaan atmosfir kering, bila kotiledon membuka secara alami. Akan tetapi apabila banyak kecambah yang terkena infeksi, maka pengujian ulang harus dilaksanakan sebaik mungkin pada substrat tanah atau pasir.

Kotiledon, merupakan sistem organ yang berdiferensiasi paling akhir, yang akan mengalami penuaan setelah perkecambahan dan bertanggung jawab untuk mensintesis dan menyimpan cadangan makanan untuk proses perkecambahan.

    

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 26, 2012 in Dasar Teknologi Benih

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: