RSS

KOMPOSISI KIMIA MEMBRAN SEL DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMEABILITAS

04 Mei

Tujuan

Melihat pengaruh berbagai perlakuan fisik dan kimia terhadap permeabilitas membran.

Hasil Pengamatan

Tabel 1. Nilai Absorbansi perlakuan fisik

No

Perlakuan

Nilai Absorbans

1

70 °C

2.366

2

65 °C

1.213

3

60 °C

0.310

4

50 °C

0.171

5

Beku

3.312

6

Kontrol

0.192

 

 

 

 

 

 

No

Perlakuan

Nilai Absorbans

1

Aseton

0.102

2

Metanol

3.192

3

Benzen

0.001

4

Kontrol

0.192

Tabel 2. Nilai Absorbansi perlakuan kimia

 

 

Pembahasan

Fosfolipid tersusun atas dua lapis, dengan bagian polar berupa kepala phospat yang hidrofilik menghadap keluar, dan bagian non-polar berupa ekor yang hidrofobik dari asam lemak saling berhadapan di tengah bilayer. Lapisan hidrofobik bertindak sebagai penghalang untuk semua molekul, kecuali molekul yang kecil. Protein terletak satu sisi lapisan ganda fosfolipid yang lain ( protein integral ) tetapi terletak juga di salah satu permukaan fosfolipid. Protein memiliki asam amino yang hidrofobik ketika berhubungan dengan air di luar membran, dan asam amino yang bersifat hidrofobik ketika berhubungan dengan rantai membran di bagian dalam membran. Makin besar nilai permeabilitas, kinerja membran menjadi lebih baik. Panjang rantai hidrokarbon dari senyawa alkohol berpengaruh pada kelarutannya dalam air. Hal ini disebabkan oleh rantai hidrokarbon yang bersifat hidrofobik. Makin panjang rantai hidrokarbon dalam senyawa alkohol, kelarutannya dalam air semakin rendah ( Radiman 2002). Membran bukan lembar molekul statis terikat kuat di tempatnya. Membran ditahan bersama oleh interaksi hidrofobik, yang jauh lebih lemah dari ikatan kovalen. Jarang sekali molekul berpindah tempat melintang melintasi membran. Untuk kegiatan tersebut, bagian hidrofilik harus melewati inti hidrofilik membran. Jika protein melapisi permukaan membran, bagian hidrofobik ada dalam lingkungan aqueous ( Campbell 2002). Adanya sifat suatu hidrofobik di bagian tengah lapisan lipid membran plasma menyebabkan membran tidak mudah ditembus oleh molekul polar, sehingga membran sel mencegah keluarnya komponen dalam sel yang larut dalam air. Namun, sel memerlukan nutrisi dan membuang limbah ke luar sel. Untuk kebutuhan tersebut, sel harus mengembangkan suatu sistem atau mekanisme khusus untuk transpor melintasi membran sel ( Subowo 1995). Hubungannya adalah antara sifat hidrofilik dan hidrofobik terhadap permeabilitas membran yaitu membran menjadi selektif permeabel. Sehingga molekul tertentu saja yang dapat masuk ke dalam membran.

Akibat perlakuan beku terhadap permeabilitas membran, di dapat nilai absorbans 3,312. Hal ini berarti ketika bit gula pada suhu 0°C, membran mengalami kerusakan yang lebih parah. Karena suhu terlalu ekstrim bagi ketahanan membran. Akibatnya membran tidak tahan terhadap suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Dari data diatas, perlakuan 70°C memiliki nilai absorbans yang tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Pada perlakuan panas, semakin tinggi suhu, mengakibatkan yang diberikan maka nilai absorbans akan semakin besar. Karena semakin tinggi suhu, mengakibatkan membran semakin rusak. Akibatnya semakin banyak isi sel yang keluar. Jika suhu terlalu tinggi, protein akan mengalami denaturasi dan menyebabkan isi dalam sel keluar karena protein penyusun membran sel rusak. Percobaan yang di dapat, sesuai dengan literatur. Perbedaan permeabilitas bergantung pada besar kecilnya molekul yang melewati dan ditentukan dengan besarnya pori-pori membran. Denaturasi diartikan suatu perubahan atau modifikasi terhadap susunan ruang atau rantai polipeptida. Denaturasi protein dapat terjadi dikarenakan pengaruh panas, pH, bahan kimia, mekanik. Hal ini pun dikarenakan pecahnya ikatan hidrogen, interaksi hidrofobik, ikatan garam dan terbukanya lipatan molekul ( Niemietz 2006). Komposisi ikatan jenuh atau tak jenuh pada membran ditentukan oleh kemampuan sel terhadap pengaruh suhu. Pada perlakuan 70°C cairan warna terlihat lebih pekat. Akan tetapi, pada perlakuan beku, warna larutan terlihat lebih pekat dibanding perlakuan suhu 70°C. Sebaliknya pada perlakuan suhu 50°C, larutan hanya terlihat warna merah yang sangat tipis. Hal ini karena adanya perbedaan suhu yang menyebabkan perbedaan pada warna larutan. Pada perlakuan dingin paling pekat karena sebagian sel isinya air, jika dibekukan air akan mengkristal sehingga tidak permeabel lagi. Pada perlakuan panas merusak semua bagian sel bila terlalu tinggi suhunya, sehingga protein menjadi rusak ( tidak tahan panas ) suhu makin tinggi, protein akan rusak.

Berbeda dengan perlakuan panas dan pembekuan, perlakuan dengan kimia akan terlihat pada penampakan akhir pada bit gula ( Beta vulgaris ). Pada perlakuan dengan aseton, absorbans yang di dapat tidak cukup besar. Hasil yang seharusnya terjadi adalah perlakuan aseton memiliki nilai absorbans cukup tinggi. Cukup tinggi karena terjadinya difusi dari dalam sel ke luar sel yang disebabkan karena membran sel mengalami kerusakan yang lebih parah dibandingkan dengan perlakuan metanol dan benzen. Kerusakan pada perlakuan dengan aseton karena membran sel tidak tahan terhadap aseton. Metanol memiliki nilai yang tinggi menurut data diatas, hal ini berbeda dengan literatur. Metanol adalah senyawa alkohol yang bersifat polar, sehingga mampu melarutkan senyawa organik seperti membran sel. Membran sel yang terlarut ini kemudian kehilangan turgiditas dan menyebabkan isi keluar. Aseton adalah pelarut yang sangat baik untuk berbagai senyawa organik, keluar isi sel hampir mirip dengan yang terjadi pada metanol. Benzen merupakan senyawa aromatik yang tidak larut dalam air dan berbentuk emulsi.

Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan pengukuran menggunakan spektrofotometer sering disebut dengan spektrofotometri. Absorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada panjang gelombang tertentu dan menghasilkan spektrum yang khas untuk komponen yang berbeda. Digunakan panjang gelombang 525 nm karena tergantung dengan konsentrasi larutasn dan warna yang dihasilkan pada larutan tersebut. Karena panjang gelombang 525 nm bisa dibaca warna violet ( bit yang dipakai ungu ). Karena larutan terlihat merah sebenarnya larutan tersebut menyerap warna hijau, sehingga panjang gelombang yang sesuai adalah 525 nm.

Fosfolipid terdiri atas dua lapis, dengan bagian polar berupa kepala pospat yang hidrofilik menghadap ke luar, dan bagian polar, berupa ekor yang hidrofobik dari asam lemak saling berhadapan di tengah bilayer. Lapisan hidrofobik bertindak sebagai penghalang untuk molekul semua kecuali molekul-molekul yang kecil. Lapisan ini secara efektif mengisolasi kedua sisi membran ( dalam dan luar ). Berbagai jenis membran dapat mengandung fosfolipid dengan asam lemak yang berbeda., mempengaruhi kekuatan dan fleksibilitas dari membran.

 

Simpulan

Perlakuan dingin terlihat larutan lebih pekat karena suhu terlalu ekstrim terhadap ketahanan membran. Membran tidak tahan pada suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi, terlihat dari kepekaan warna larutan. Perlakuan kimia pada aseton, metanol, dan benzen. Dari ketiga perlakuan, bit gula yang dimasukkan pada aseton akan mengkerut menjadi rusak. Hal ini karena membran sel tidak tahan terhadap aseton.

Daftar Pustaka

Campbell et al. 2002. Biologi edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Niemietz Christa. 2006. Plasma Membrane of Beta vulgaris storage roots shows high water channel activity regulated by pH. Journal of Experimental Botany. 57:3.

Radiman Cynthia. 2002. Perendam terhadap Permeabilitas Membran. Jurnal Matematika dan Sains. 7 : 2.

Subowo. 1995. Biologi Sel. Bandung : Angkasa.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 4, 2012 in Fisiologi Tumbuhan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: