RSS

Pengertian Morfologi tanah

25 Feb

BAB I PENDAHULUAN

 

1.1 LATAR BELAKANG

Tanah adalah produk transformasi mineral dan bahan organik yang terletak di permukaan bumi sampai kedalaman tertentu yang perkembangannya dipengaruhi oleh faktor genetis dan lingkungan, yaitu iklim, organism, bahan induk dan waktu yang dapat dibedakan dari cirri-ciri bahan induk asalnya, baik secara fisik, kimia, biologi, dan morfologinya. Faktor fisik tanah yang sangat berpengaruh kegiatan pertanian antara lain tekstur, struktur, konsistensi, kapasitas memegang air, kapasitas infiltrasi, permeabilitas, drainase, kedalaman efektif, dsb. Faktor kimia tanah yang penting adalah kandungan hara tersedia makro dan mikro, pH tanah, kandungan bahan organic, kapasitas tukar kation, kadar bahan beracun (Al-dd) dsb. Sedangkan faktor biologi yang penting adalah jumlah dan aktifitas organisme dalam tanah. Morfologi tanah merupakan sifat tanah yang dapat diamati langsung di lapang yang menunjukkan profil tanah kea rah dalam tanah. Hal ini penting untuk diamati karena akar tanaman berjangkar di tempat tersebut. Semakin baik akar berjangkar pada umumnya pertumbuhan tanaman semakin baik dan sebaliknya. Dalam mengamati morfologi tanah selalu dicatat pula kondisi lingkungan disekitarnya seperti bahan induk, lereng, fisiografi, drainase permukaan, keadaan batuan dsb. Morfologi tanah tergantung pada tingkat perkembangan tanah tersebut. Tingkat perkembangan tanah dinilai dari tingkat perkembangan horizon yang terjadi. Oleh karena itu mahasiswa perlu belajar dalam mengamati berbagai proses pengenalan tekstur,warna dan struktur. Infiltrasi yaitu proses masuknya air ke dalam tanah secara vertikal. Nilai kapasitas infiltrasi berikan gambaran tentang usaha-usaha yang harus dilakukan untuk meningkatkannya air tanah sekaligus menurunkan peluang terjadinya erosi. Nilai kapasitas infiltrasi pun memberi gambaran tentang nasib air irigasi yang ditambahkan pada pertanaman yang diusahakan.  Pengenalan unsur hara yang diperlukan bagi tanaman melalui pengenalan berbagai macam pupuk beserta bentuk,warna dan unsur kimia yang terkandung. Peran pupuk sebagai penyedia tambahan hara bagi tanaman sangat penting. Karena tanaman dalam kondisi alamiah tidak mampu menyediakan hara untuk tingkat produksi tanaman yang diharapkan. Setelah itu, mengenal peta dan data tanah dengan mengetahui perbedaan antara jenis peta. Serta mendeskripsikan morfologi tanah Latosol Cikabayan, dan morfologi tanah Andosol di daerah Sukamantri. Morfologi tanah merupakan sifat tanah yang dapat diamati langsung di lapang karena akar tanaman berjangkar di tempat tersebut. Semakin baik akar berjangkar, maka pertumbuhan tanaman semakin baik. Contoh sifat morfologi tanah yaitu ketebalan top soil, kedalaman efektif,duripan, fragipan, horizon argilik, petroferik, dan petrogibsik. Perlu pula mengamati kondisi lingkungan disekitarnya, seperti bahan induk,lereng,fisiografi, drainase permukaan, dan keadaan batuan.

Tekstur tanah menunjukkan potensi tanah berkaitan dengan daya dukung terhadap ketersediaan hara,ketersediaan air, dan kemudahan pengolahan. Warna merupakan sifat tanah yang mudah diamati yang memberikan gambaran tentang berbagai sifat tanah secara umum. Konsistensi adalah tanggapan tanah terhadap gaya dari luar pada berbagai kadar air ( kering, lembab, atau basah ). Konsistensi dalam keadaan lembab dan basah sangat penting diketahui terutama berkaitan dengan kemudahan pengolahan tanah.

1.2 TUJUAN

a)      Mengetahui klas tekstur tanah, konsistensi ketika basah dan lembab, dan mengetahui warna tanah.

b)      Membedakan pupuk majemuk,tunggal,pupuk cair, dan pupuk padat agar terhindar dari kepalsuan pada pupuk

c)      Untuk memprediksi aliran permukaan pada tanah

d)      Membedakan beberapa jennies peta dan kegunaannya

e)      Mengetahui perbedaan antara Andosol Sukamantri dan Latosol Cikabayan.

BAB II BAHAN DAN METODE

 

2.1 Tekstur, Warna dan Konsistensi

Bahan yang digunakan pada praktikum tekstut, warna, dan konsistensi tanah adalah tanah latosol Darmaga, tanah Podsolik Jasinga, tanah Andosol Sukamantri, dan tanah Regosol Darmaga. Ember, air, Muns

Pengamatan dilakukan pada lokasi yaitu di Kebun percobaan Cikabayan. Setiap grup praktikum didampingi satu dosen dan satu asisten praktikum yang membantu praktikan dalam mengamati tekstur, warna, dan konsistensi tanah.

2.2 Pengenalan Pupuk

Bahan-bahan yang tersedia adalah berbagai macam jenis pupuk. Baik pupuk majemuk, pupuk tunggal, pupuk cair, dan pupuk padat. Pupuk ini pun terdiri dari berbagai macam bentuk, yaitu bentuk Kristal,granul,tepung, dan tablet.

Pengamatan dilakukan di Kebun Percobaan Cikabayan. Setiap grup praktikum didampingi satu dosen dan satu asisten praktikum yang membantu praktikan dalam mengamati berbagai jenis pupuk beserta unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Pengamatan dilakukan pada sekitar 51 jenis pupuk.

 

2.3 Infiltrasi

Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan infiltasi ini adalah Double ring infiltrometer diameter 30 cm dan 22.5 cm, penggaris berskala, ember, gayung, pencatat waktu ( stop watch), plastic kecil dan karet gelang, gunting untuk memotong rumput, papan kayu untuk memasukan ring infiltrometer ke dalam tanah, dan alat-alat tulis.

Metode pertama adalah tentukan lokasi pengukuran infiltrasi yang dapat mewakili kondisi lapang, tempatkan lokasi pengukuran pada daerah yang relative datar, bersihkan tempat pengukuran dari serasah, ambil contoh tanah untuk ukur kadar air, tancapkan silinder ke dalam tanah, pasang penggaris berskala pada ring berdiameter kecil, siapkan stop watch, isi kedua silinder dengan air secara bersamaan dengan ketinggian 10-20cm, ukur penurunan muka air, ulangi pelakuan sesuai keperluan untuk mendapatkan data yang reresentatif.

2.4 Pengenalan Peta dan Data Tanah

Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah Peta Rupa Bumi, peta Tematik, peta Geologi, dan peta Tanah.

Metode yang digunakan pada percobaan ini adalah analisis pada informasi yang disajikan pada Peta Rupa Bumi, peta Tematik, peta Geologi, dan peta Tanah. Kemudian analisis fisik andosol sukamantri yang terdapat pada data yang sudah disajikan.

2.5 Morfologi Tanah

      2.5.1 Latosol

           Bahan yang digunakan yaitu pisau, munsell untuk mengidentifikasi warna tanah, meteran untuk mengukur kedalaman tanah, kedalaman top soil serta kedalaman efektif tanah,  air, dan tanah yang di amati.

Pengamatan dilakukan pada lokasi yaitu di Kebun percobaan Cikabayan. Setiap grup praktikum didampingi satu dosen dan satu asisten praktikum yang membantu praktikan dalam mengamati profil tanah. Pengamatan dilakukan pada dua titik lokasi.

2.5.2 Andosol

         Bahan yang digunakan yaitu pisau, munsell untuk mengidentifikasi warna tanah, meteran untuk mengukur kedalaman tanah, kedalaman top soil serta kedalaman efektif tanah,  air, dan tanah yang di amati.

Pengamatan dilakukan pada lokasi yaitu di Daerah Sukamantri. Setiap grup praktikum didampingi satu dosen dan satu asisten praktikum yang membantu praktikan dalam mengamati profil tanah. Pengamatan dilakukan pada empat titik lokasi.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 25, 2012 in Pengantar Ilmu Tanah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: